Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Smartfren Siap Pakai e-SIM untuk iPhone XS dan XR

Gambar
Ketiga iPhone yang dirilis tahun 2018 ini menggunakan prosesor A12 Bionic dengan arsitektur 7nm yang diklaim berkali kali lebih cepat dari prosesor generasi sebelumnya. (The Verge) Dilansir dari JAKARTA, KOMPAS.com - Operator telekomunikasi Smartfren mengaku tengah mengembangkan teknologi e-SIM yang tak lagi berbentuk kartu fisik. Teknologi ini pertama kali diterapkan di lini smartwatch, lantas Apple pun mengimplementasikannya di trio iPhone XS, XS Max, dan XR. Smartfren diketahui sebagai mitra resmi untuk bundling paket seluler dengan lini iPhone di Indonesia. Karenanya, Smartfren pun harus beradaptasi dengan inovasi e-SIM yang digencarkan Apple. "Kami sudah lama mempersiapkan teknologi e-SIM. Kira-kira dari tahun ini. Jadi tinggal beberapa klik lagi (tahapannya). Kalau urusan teknologi harusnya kami sudah siap menggelar," kata Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, Selasa (18/9/2018), usai peluncuran paket baru Smartfren di SCBD, J...

2nd Home : Menikmati Nasi Udang Sambal Bali di Kafe Cozy

Dilansir dari FOOD.DETIK.COM Jakarta  - Kafe mungil di bilangan Kemang ini punya sajian makanan yang enak. Selain itu tempatnya juga nyaman jadi cocok dengan namanya 2nd home alias rumah kedua. Lokasinya ada di Jalan Kemang Raya dan terdiri dari bangunan dua lantai. Kafe ini mengusung konsep homey, terlihat dari furniture dan sofa yang digunakan. Terlebih di lantai dua terdapat area lesehan yang bisa jadi tempat makan santai.  Tak mau membuang banyak waktu, kami langsung mengintip buku menunya. Sebagai kafe kecil, menu yang ditawarkan cukup banyak dan beragam.  Tergoda makanan pedas, kami memilih nasi daging mercon dan nasi udang saus Bali. Sebagai makanan penutup kami juga tergoda dengan sajian pisang gapit.  Tampilan nasi daging mercon (Rp 48 ribu) memang agak ngeri sedap dengan sambalnya yang berlimpah. Seporsi nasi putih tersaji dengan daging sapi yang diiris tipis lalu digoreng hingga renyah mirip dendeng namun ukurannya lebih tebal.  Dagin...

5 Atraksi Bisa Dinikmati di Resort World Sentosa pada Akhir Tahun Ini

Gambar
Pembangunan Resort World Sentosa sendiri menelan biaya sebesar 4,93 miliar dollar Amerika Serikat atau Rp 69,3 triliun. JAKARTA, KOMPAS.com – Musim liburan akhir tahun akan segera tiba. Anda pun bisa memilih berbagai destinasi wisata yang dituju. Bila Anda berlibur ke Singapura , bisa mampir ke Resort World Sentosa. Dalam perayaan Natal dan Tahun Baru para pengunjung bisa menikmati beberapa atraksinya berikut ini. 1. Big on Experience at Resorts World Sentosa Singapore Para pengunjung bisa melihat salah satu aktris Indonesia, Bunga Citra Lestari berbagi pengalaman dalam video singkat “Big on Experience at Resorts World Sentosa” yang telah diluncurkan sejak 23 November. Tak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga Bunga menawarkan berbagai hal menarik di Resorts World Sentosa. 2. A Universal Christmas di Universal Studios Singapore Universal Studios Singapore di Resorts World Sentosa Lalu di Universal Studios Singapore, Anda ...

Kota di Alaska Akan Kehilangan Matahari Selama 65 Hari, Ini Sebabnya

Gambar
Dilansir dari KOMPAS.com - Hari Minggu (18/11/2018) menjadi hari terakhir kota Utqiagvik yang ada di Alaska merasakan kehangatan sinar matahari . Sampai 65 hari ke depan, kota yang memiliki penduduk 4.000 jiwa itu akan hidup dalam kegelapan atau dikenal sebagai malam kutub ( polar night ). Menurut ahli meteorologi Judson Jones, polar night merupakan istilah umum untuk menyebut fenomena di mana sebuah kawasan tidak merasakan matahari selama lebih dari 24 jam. "Ini terjadi setiap tahun. Jika Anda tinggal di lingkaran Arktik, Anda akan merasakan matahari tenggelam selama sisa musim dingin. Kabar baiknya, matahari akan kembali saat musim panas dan tidak akan tenggelam selama berhari-hari," jata Jones dilansir CNN , Selasa (20/11/2018). Sepertiga bagian utara Alaska terletak di atas lingkaran Arktik, lingkaran lintang yang melingkari daerah kutub Arktik yang dingin. Meski Utqiagvik bukan satu-satunya kota di Alaska yang mengalami fenome...

Galaxy S10 dengan Koneksi 5G Meluncur Maret 2019?

Dilansir dari KOMPAS.com - Selain ponsel lipat Galaxy F , flagship Galaxy S10 dari Samsung juga sedang dinanti. Galaxy S10 akan menjadi edisi spesial ulang tahun Galaxy, dan kabarnya salah satu model akan mengusung konektivitas 5G. Samsung memang belum secara resmi mengumumkan kapan ponsel itu akan diluncurkan. Namun sumber dalam mengatakan, jika lini Galaxy S10 sekaligus purwarupa ponsel lipat akan diperkenalkan ke publik pada Februari 2019, bertepatan dengan acara Mobile World Congress 2019 di Barcelona. Kemudian Galaxy S10 dengan koneksi 5G dan ponsel lipat Galaxy F akan dirilis pada bulan Maret. Dilihat dari riwayat peluncuran flagship Galaxy sebelumnya, lini Galaxy S biasanya akan meluncur pada kuartal pertama. Apalagi, Samsung juga mengonfirmasi jika Galaxy F akan dirilis sebelum Juli 2019. Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Phone Arena , Rabu (14/11/2018), lini Galaxy S10 diprediksi akan membawa beberapa inovasi baru. Seperti layar yang semakin lega dan minim...

Microsoft Ketahuan Simpan Data Pengguna Word, Excel, dan Powerpoint

Gambar
Dilansir dari KOMPAS.com - Raksasa teknologi Microsoft bakal terancam denda setelah ketahuan pihaknya menyimpan data pengguna secara diam-diam, lewat perangkat lunak bikinannya. Kebocoran data ini ditemukan oleh perusahaan regulasi yang bekerja untuk Kementerian Keadilan Belanda, Privacy Company. Perusahaan regulator itu menyebut adanya pengumpulan data pribadi skala besar secara terselubung lewat aplikasi Microsoft Office , yaitu Excel, Word, dan Powerpoint, tanpa adanya pemberitahuan. "Data pengguna dikumpulkan melalui sistem operasi Windows 10 Enterprise dan Microsoft Office yang tersimpan di server Amerika dan rentan terhadap isu privasi pengguna." sebut laporan pemerintah Belanda. Pemerintah Belanda sendiri peduli akan peristiwa ini dan cemas akan data para pengguna di negerinya, khususnya data 300.000 pegawai sipil Belanda yang menggunakan berbagai produk besutan Microsoft. Dalam pembelaan terkait isu ini, peru...

Kecepatan WiFi Mulai Kalah dari Seluler

Gambar
WiFi. (Thinkstock) KOMPAS.com - Jaringan internet WiFi dikhawatirkan tak bakal relevan di masa mendatang. Jika ingin mempertahankan perannya, penyedia layanan WiFi perlu beralih ke teknologi 5G . Pasalnya, menurut data dari firma OpenSignal , koneksi seluler di 33 negara sudah melambung kecepatan WiFi. Misalnya saja Australia, di mana internet seluler lebih cepat 13 Mbps ketimbang WiFi. Ada pula Myanmar, Taiwan, Perancis, Austria, Meksiko, dan Turki, yang masuk jejeran negara dengan koneksi seluler lebih mantap ketimbang WiFi. Indonesia belum masuk dalam daftar itu. Temuan ini membuat VP Analis OpenSignal, Ian Fogg, memberikan rujukan baru kepada penyedia layanan seluler dan vendor smartphone , sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (26/11/2018), dari TheRegister . Selama ini, dengan asumsi jaringan WiFI lebih baik ketimbang seluler, ada tindakan otomatis yang diberlakukan ke pengguna. Misalnya saja, ponsel secara d...